Gembosan - Gembosan Menkopolhukam Wiranto Untuk Aksi 212


[portal-umat.com], Menjelang aksi 212 banyak sekali orang-orang yang mencoba menggembosi aksi tersebut.

Salah satu tokoh yang menggembosinya adalah menkopolhukam wiranto. 

Beberapa gembosan yang dilakukan wiranto antara lain mengatakan 'kalau ahok sudah ditahan, lalu apa lagi?

Seperti dikutip dari liputan6, Menurut Wiranto, aksi 212 dan beberapa aksi lanjutannya merupakan gerakan spontanitas yang bertujuan menuntut mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait kasus dugaan penistaan agama. Ahok saat ini telah menerima vonis hukuman terkait kasus tersebut.

"Kalau aksi 212, 411 itukan gerakan situasional menghadapi kondisi saat itu dan sekarang selesai. Dan sekarang (Ahok) sudah di tahanan, masuk ke penjara. Lalu apalagi?" ucap mantan Ketua Umum Partai Hanura itu.


Wiranto menganjurkan agar masyarakat melakukan hal-hal positif lain dalam membangun, dan tidak menggelar berbagai kegiatan yang dapat memecah persatuan bangsa.

Ia juga mengungkapkan 'saat ini tidak tepatlah kita reuni dan seharusnya menjaga kodusifitas'

Seperti dikutip dari tempo, "Saya kira tidak tepat saat ini kita ramai-ramai lagi massa reuni," katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 29 November 2017.

Wiranto meminta semua pihak fokus mengambil bagian menjaga suasana kondusif terus berlangsung. "Jangan membuang energi pada hal yang tidak perlu," ujarnya.

Apalagi, kata Wiranto, dalam waktu dekat akan ada pemilihan kepala daerah di 171 wilayah. Hajatan politik daerah itu membutuhkan ketenangan dan suasana teduh agar masyarakat bisa memilih calon pemimpin yang terbaik.

Menurut Wiranto, aksi 212 pada 2016 merupakan gerakan temporer yang terkait dengan pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Di sisi lain, pilgub DKI Jakarta telah selesai dan menetapkan Gubernur DKI yang baru. Karena itu, seharusnya gerakan yang bersifat temporer tersebut sudah selesai.


Ini berbeda dengan reuni sekolah, universitas, atau paguyuban yang bersifat permanen. Reuni semacam itu, kata Wiranto, lazim dilakukan. Berbeda halnya dengan rencana reuni aksi 212.

"Kalau ada gerakan yang bersifat temporer, situasional, kemudian mengadakan reuni, dan alasannya juga saya belum tahu, maka sebenarnya pada situasi seperti saat ini, lebih baik kita menjaga kondisi kondusif," kata Wiranto.


Aksi reuni 212 adalah aksi yang seharusnya di dukung oleh para petinngi negara karena merupakan momen persatuan umat dan masih ada umat yang peduli terhadap masalah bangsa, bukan malah menggembosinya.


Baca Tulisan Lainnya : 

[Portal umat]

No comments