Tenanglah Wahai Anak Muda, Orang Tua Akan Segera Keriput dan Mati Lalu Akan Digantikan Engkau Para Pejuang Khilafah



[Portal-umat.com], Hampir 20 persen siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa di Indonesia diklaim mendukung pendirian khilafah di dalam negeri. Hal itu seperti dikutip kantor berita Reuters, Kamis (2/11), mengacu pada survei Alvara. 

Survei tersebut melibatkan 4.200 siswa Muslim, terutama di sekolah dan universitas di Jawa.

Survey Alvara tersebut bukanlah survey yang main-main. Memang pendirian khilafah yang menjadi impian dan didukung oleh anak-anak muda zaman now menjadi energi positif tersendiri.


Penghadangan dan Pelemahan yang dilakukan oleh kaum tua hari terhadap perjuangan Islam janganlah terlalu dikhawatirkan. Mereka akan segera keriput dan mati lalu akan digantikan Engkau anak muda generasi emas pejuang islam sejati.

Generasi akan berganti menjadi generasi yang tidak mudah goyah terhadap kemelut nikmatnya dunia. Yang menjadi kaki tangan kebenaran, bukan seperti generasi tua dengan menjadi kaki tangan para tuannya akibat seteguk kenikmatan yang disodorkan, yang padahal tidak lebih berharga dari separuh sayap nyamuk

Mengacu pada masa keemasan Rosulullah sebelum berdiri sebuah negara Islam, memang sangat banyak dari kalangan anak muda yang menerima dakwah rosulullah.


dikutip dari risalahislam.com usia para pemuda Islam yang dibina pertama kali oleh Rasulullah saw di Daarul Arqaam pada tahap pembinaan, adalah sebagai berikut:

Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Al-Awwam (8 tahun)
Thalhah bin Ubaidillah (11 tahun)
Al-Arqaam bin Abil Arqaam (12 tahun)
Abdullah bin Mazh’un (17 tahun)
Ja’far bin Abi Thalib (18 tahun)
Qudaamah bin Abi Mazh’un (19 tahun)
Said bin Zaid dan Shuhaib Ar Rumi (dibawah 20 tahun)
'Aamir bin Fahirah (23 tahun)
Mush’ab bin ‘Umair dan Al Miqdad bin al Aswad (24 tahun)
Abdullah bin al Jahsy (25 tahun)
Umar bin al Khathab (26 tahun)
Abu Ubaidah Ibnuk Jarrah dan ‘Utbah bin Rabi’ah, ‘Amir bin Rabiah, Nu’aim bin Abdillah, ‘ Usman bin Mazh’un, Abu Salamah, Abdurrahman bin Auf di mana kesemuanya (sekitar 30 tahun)
Ammar bin Yasir (30-40 tahun)
Abu Bakar Ash Shiddiq (37 tahun).
Hamzah bin Abdul Muththalib (42 tahun)
'Ubaidah bin Al Harith (50 tahun), yang paling tua.
Banyak pula sahabat Nabi Saw yang berusia muda menjadi pemimpin perang.

Usamah bin Zaid diangkat oleh Nabi Saw sebagai komandan pasukan kaum Muslimin menyerbu wilayah Syam (saat itu merupakan wilayah Rom) dalam usia 18 tahun. Di antara prajurit terdapat orang yang lebih tua, seperti Abu Bakar, Umar bin Khathab, dan lain-lainnya.

Sebelumnya, dalam Perang Khandaq, Usamah bin Zaid datang bersama kawan-kawannya sesama "remaja ABG". Usamah berdiri tegap di hadapan Rasulullah Saw supaya kelihatan lebih tinggi, agar diperkenankan turut berperang.

Rasulullah Saw yang kasihan melihat Usamah yang bertekad kuat ingin berperang memenuhinya. Ketika itu Usamah baru berusia 15 tahun! 

Abdullah bin Umar saat berumur 13 tahun menyatakan ingin ikut Perang Badar. Ibnu Umar bersama al-Barra’ datang kepada Nabi Saw seraya meminta agar diterima sebagai prajurit. Saat itu Rasulullah Saw menolak kedua pemuda kecil itu.

Tahun berikutnya, pada Perang Uhud, keduanya datang lagi, tapi yang diterima hanya Al-Barra’. Pada perang Al-Ahzab (Khandaq) barulah Nabi Saw menerima Ibnu Umar sebagai anggota pasukan kaum Muslimin (Shahih Bukhari).


Di antara 10 sahabat Nabi Saw yang paling awal masuk Islam sekaligus dijamin masuk surga oleh Nabi Saw dalam satu hadits, mayoritas berusia muda saat pertama kali masuk Islam:

Abu Bakar ash Shiddiq 37 tahun
Umar bin Khattab 27 tahun
Utsman bin Affan 34 tahun
Ali bin Abi Thalib 10 tahun
Thalhah bin Ubaidillah 14 tahun
Zubair bin Awwam 16 tahun
Saad bin Abi Waqqash 17 tahun
Said bin zaid 15 tahun
Abu Ubaidah bin Jarrah 27 tahun
Abdurahman bin Auf 30 tahun.   

Begitulah anak muda selalu terdepan dalam kebenaran, Jangan Khawatir kalianlah yang akan mengganti, Orang- orang tua.

Baca Juga :



No comments