Beda Presiden Beda Ulama, Polisi Tangkap Penghina Presiden,Polisi Pulangkan Penghina Ulama


[Portal-umat.com], Bareskrim Polri menangkap Cahyo Gumilar (40), di Pamulang, Tangerang Selatan. Dia ditangkap karena diduga telah melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun media sosial Facebook.

Seperti dikutip dari merdeka.com, Wakabareskrim Polri, Irjen Pol Antam Novambar mengatakan bahwa Cahyo selain melakukan penghinaan terhadap Jokowi, dia juga telah memposting konten yang bersifat ancaman, SARA dan menghina lambang negara. 

"Telah dilakukan penangkapan terhadap pemilik akun tersebut atas nama Cahyo Gumilar," kata Antam melalui pesan tertulis, Jakarta, Selasa (5/12).

Saat melakukan penangkapan, polisi langsung melakukan penggeledahan di rumah pelaku dan telah melakukan penyitaan barang bukti seperti satu HP, satu Laptop, satu buah Hard disk, satu buah Handycam, satu kamera digital, satu buah pedang, tiga buah bendera Laskar Pembela Islam (LPI), satu buah rompi hitam bergambar bendera Palestine, dan KTP. 


Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 45A ayat (2) Jo 28 ayat (2) dan/atau pasal 45B Jo Pasal 29 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik dan/atau 207 KUHP.

Lain hal dengan Penghina Jokowi, Penghina Imam Besar FPI justru dipulangkan dan dibebaskan.

"Sudah dipulangin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Argo tak menjelaskan secara detail mengenai waktu pemulangan AS. Dia juga tak menyebutkan terkait tempat tinggal AS.

Argo hanya menegaskan AS dibawa ke kantor polisi setelah diinterogasi oleh RT/RW setempat. Karena warga semakin banyak yang datang, AS dibawa ke Polsek Kemayoran.

"Jadi dia intinya dia itu menulis, kemudian diinterogasi RT/RW. Karena banyak orang yang datang, AS dibawa ke kantor polisi. Karena banyak orang datang, dibawa itu biar aman. Biar aman seperti itu. Kantor polisi, Polsek, karena makin banyak orang yang datang, ia dibawa ke Polres," tegas Argo.


Sebelumnya, LBH Bang Japar mengaku mengamankan AS dan membawanya ke Polres Jakarta Pusat. Sedangkan polisi menyebut AS dibawa oleh temannya ke Polsek Kemayoran hingga akhirnya dibawa ke Polres Jakarta Pusat.

"Iya dibawa dari Polsek, dibawa anggota Polsek yang di sana. Tidak ada pengeroyokan, tidak ada apa-apa," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung saat dimintai konfirmasi, Senin (4/12/2017). dikuti dari detikcom

Beda cara dan beda pengamanan atas penghinaan presiden dan ulama.


Baca Tulisan Lainnya : 




No comments