Kisah Dunia Terbalik.. PPP Tak Mau Usung Calon Pendukung Khilafah, Namun Terima Calon Non Muslim



[Portal-umat.com], Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mengaku tak mau usung calon pendukung khilafah, dan dilain sisi  menerima calon non-muslim.

Tentang tak mau usung calon pendukung khilafah hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan atau PPP, Romahurmuziy atau Romi.

seperti dikutip dari viva.co.id  ia menyampaikan lima kriteria pemimpin pemerintah, pusat maupun daerah yang akan didukung oleh partainya.

Dia menyampaikan hal itu di hadapan bakal cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang hadir di acara Rapimwil dan Halaqah PPP Jatim di Surabaya pada Minggu, 3 Desember 2017.

Khofifah hadir untuk menyampaikan visi dan misi sebagai bakal cagub Jatim di hadapan pengurus DPW dan seluruh DPC PPP se-Jatim. Selain Khofifah, diundang pula calon pesaing Khofifah dalam Pilgub Jatim 2018, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, juga untuk menyampaikan visi dan misi. Dia dijadwalkan hadir pada Minggu malam.


"Setidaknya ada tiga tugas partai politik termasuk PPP yakni sukses pilkada (pemilihan kepala daerah), sukses pileg (pemilihan legislatif) dan pilpres (pemilihan presiden). Pertama, pilkada, PPP punya kriteria apa yang disebut 4 + 1 TAS," kata Romi.

TAS pertama ialah integritas. Menurutnya, integritas jadi kriteria pertama karena 222 kepala daerah di negeri ini berurusan dengan hukum. Jumlah itu hampir separuh dari seluruh kepala daerah di Indonesia. "Kalau cuma 22 (kepala daerah berurusan dengan hukum), itu oknum. Tapi kalau 222, itu sistem (bermasalah)," ujar Romi.

TAS kedua ialah kapasitas. "Kenapa? Sebab kita tidak ingin ada setelah jadi kepala daerah enggak tahu apa-apa, cengengesan thok isinya. TAS ketiga, akseptabilitas. Mungkin orangnya pintar, pendidikannya tinggi tapi tidak diterima oleh masyarakat. Misalnya mendukung negara kilafah," kata dia.



Sedangkan penerimaan caleg non muslim disampaikan oleh lukman lamato. seperti dikutip dari tribunews.com, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bitung bakal tampil beda dalam Pilcaleg mendatang.

Partai berlambang  Kaabah ini membuka diri terhadap caleg non muslim.
Ketua DPC PPP Bitung Lukman Lamato mengatakan, pihaknya  membuka diri terhadap calon dengan berbagai latar belakang.

"PPP bakal merekrut caleg non muslim," kata dia.

Lamato menyatakan, hal tersebut tidak bertentangan dengan aturan partai.

Ia menyebut kasus di Papua sebagai contoh.

"Di Papua barat, ada 26 anggota dewan PPP, hanya 6 yang Islam, 20 lainnya beragama Kristen," kata dia.

Dikatakan Lukman, PPP kini mulai bertransformasi sebagai partai terbuka sesuai kemajuan zaman.

Sungguh ironis sekarang partai partai islam telah bertranformasi menjadi partai terbuka sehingga membuka peluang untuk non muslim untuk memegang kendali kekuasaan.


BACA JUGA : 




No comments