Mentan Sarankan Makan Keong Sawah, Ini 5 Bahaya Makan Keong Sawah, Mudah Mudahan Kita Dilindungi Dari Nomor 5



[Portal-umat.com], Harga daging sapi masih bertengger di atas harga Rp100.000 per kilogram (kg). Mentan Menyarankan untuk beralih ke keong sawah. Makanan dari daging keong sawah sangat lezat, Bergizi tinggi dan banyak disukai masyarakat sebagai makanan dengan harga yang terjangkau. Namun perlu diwaspadai karena dibalik kelezatannya masih ada bahaya yang mengancam kesehatan tubuh dikutip dari Artikel halosehat.com, ini bahayanya:

1. Menyebabkan cacingan

Tutut atau keong sawah hidupnya tidak bisa lepas dari air dan lumpur maka tubuhnya seringkali menjadi metode cacing jenis trematoda untuk bertelur dan berkembang. Telur telur cacing dapat tumbuh dalam jumlah yang cukup banyak dan mudah berpindah ketubuh manusia dan berkembang biak dijaringan usus dan saluran empedu. Kondisi tersebut menyebabkan seseorang terserang cacingan yang pada awalnya berupa gejala cacingan pada anak dan dewasa penyuka tutut. 

2. Menyebabkan penyakit Schistosimiasis

Didalam tubuh tututpun terdapat jenis cacing lain yang bernama cacing schistosoma yang awalnya terdapat pada tanah dan lumpur diarea persawahan tenmpat tutut tersebut berdiam. Ketika cacing tersebut masuk dalam organ pencernaan maka akan menyebabkan dinding usus luka lalu infeksi. Ketika jaringan usus mengalami pelebaran infeksi maka akan muncul penyakit diare yang berkepanjangan Dimanan infeksinya tersebut dapat menjalar ke organ hati dan menyebabkan peradangan lalu fungsi hatipun menjadi semakin menurun.

3. Reaksi alergi

Tutut adalah jenis hewan keong sawah yang memiliki nutrisi tinggi dan dapat mengatasi berbagai macam keluhan kesehatn misalnya penyakit TBC, Penyakit kuning, Meningkatkan libido pria, Mengatasi tanda tanda anemia berat dan ringan serta menyembuhkan gejala penyakit kuning.

Namun perlu hati hati karena pada sebagian orang nutrisi yang ada pada tutut tidak bisa diterima oleh jaringan tubuh sehingga tubuh memberikan respon balik berupa munculnya reaksi alergi yang menandakan bahwa daging tutut adalah makanan penyebab gatal pada kulit,Itu artinya tidak cocok bagi anda. Reaksi alergi yang umum terjadi adalah berupa alergi gatal gatal pada kulit. 


4. Mual dan muntah

Makan daging tutut memang enak dan banyak orang orang yang makan secara berlebihan bahkan ada yang biasa menyantapnya tanpa nasi. Perlu diketahui bahwa ada keong jenis lain yang juga biasa hidup pada perairan dangkal tetapi lebih menyukai berjalan pada permukaan batang dan daun contohnya keong emas. Keong tersebut dapat juga dimakan tetapi ditubuhnya memiliki racun yang dapat meracuni manusia. 

5. Munculnya penyakit meningitis

Didalam tubuh tutut juga dapat dijangkiti cacing jenis Angiostrongylus Cantonensis dimana cacing tersebut banyak bermukim pada perairan dangkal seperti persawahan.Cacing tersebut dapat berpindah pada tubuh manusia melalui daging tutut yang sepenuhnya belum matang misalnya pada daging tutut yang dibuat sate karena sate merupakan metode pengolahan daging setengah matang.


Baca Tulisan Lainnya : 






[Portal Umat]

No comments