Saudi Dukung Al-Quds Sebagai Ibukota Zionis-Israel


Sebuah proposal resmi dikeluarkan Arab Saudi untuk memprakarsai perdamaian antara Palestina dan Zionis-Israel. Salah satunya dengan menawarkan Abu Dis sebagai ibu kota pengganti Yerusalem, yang berarti pula rakyat Palestina harus merelakan Al-Quds dijadikan ibukota kaum Zionis dan berarti pula Saudi mendukung Al-Quds dijadikan ibukota bagi Zionis-Israel.

Abu Dis adalah kota Palestina di dekat Yerusalem Timur yang terkena pendudukan Israel. Menurut Kesepakatan Oslo, wilayah itu diklasifikasikan sebagai Area B yang dikelola oleh Israel dan Otoritas Palestina.


Media The New York Times, sebagaimana dilansir Middle East Monitor, Senin (11/12), melaporkan bahwa proposal tersebut diusulkan Pangeran Saudi Muhammad bin Salman saat kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas ke Riyadh bulan lalu.

Dalam usulan tersebut tertera bahwa rakyat Palestina akan tinggal di negara yang tidak bersebelahan dengan Tepi Barat dan Jalur Gaza. Pemukiman Zionis-Israel di Tepi Barat akan tetap ada. Proposal tersebut tidak memberi hak kepada pengungsi Palestina dan keturunan mereka yang tinggal di negara lain untuk kembali ke wilayah Palestina yang tengah dijajah Zionis-Israel.

Menurut media tersebut, Saudi memberi Abbas waktu dua bulan untuk menanggapi tawaran tersebut.
Proposal itu justru memicu kemarahan umat Islam di Tanah Arab, terutama rakyat Palestina. Apalagi mereka tidak setuju dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem atau al-Quds sebagai ibukota Zionis-Israel. Mereka beramai-ramai membuat tagar di media sosial bertuliskan ‘Yerusalem adalah ibu kota kami’ sebagai tanggapan atas proposal tersebut.[e]


No comments