Tujuh Orang Sudah Dilaporkan Ke Polisi Terkait Pengusiran Ustad Somad


Insiden Pengusiran Ustad Abdul Somad di Bali berbuntut panjang. Advokat Ismar Syarifudin melaporkan sejumlah nama yang diduga sebagai pelaku persekusi ke Direktorat Tindak Pidana Umum, Bareskrim Polri.

Ismar menjelaskan dalam laporannya ada tiga hal yang perlu ditelisik oleh kepolisian pertama ujaran kebencian dan provokasi. Menurutnya nama-nama yang dilaporkan telah melakukan provokasi sehingga menyulut emosi masyarakat. Kedua nama-nama yang dilaporkan menjadi bagian dari aksi persekusi terhadap Ustad Abdul Somad.

"Ketiga terkait karena ada ormas yang terlibat saya juga melaporkan sesuai UU Ormas," kata Ismar usai melapor di Bareskrim, Jakarta Pusat, Selasa (12/12). 

Ismar menegaskan, tujuanya melaporkan insiden ini lantaran Indonesia merupakan negara hukum. Di samping dengan adanya laporan ini aksi persekusi tidak berulang. Dia mengharapkan polisi bisa mengelar proses penyelidikan agar kesadaran masyarakat untuk tidak main hakim sendiri bisa terus bertumbuh.


"Intinya saya lakukan pelaporan ini karena saya cinta NKRI, saya Pancasilais maka itu saya lakukan pelaporan terhadap persekusi yang dilakukan pihak-pihak intoleran. Saya selama ini memahami Kapolri menginstruksikan juga kalau ada persekusi akan ditindak tegas," ujarnya 

Adapun nama yang dilaporkan Ismar sebanyak tujuh orang yang salah satunya yaitu Senator asal Bali Arya Wedakarna.

Arya diduga ikut melakukan provokator dan sebagai pemicu diusirnya Ustad asal Pekanbaru Riau itu. 

"Beliau senator dari Bali. Itu medsosnya dia luar biasa, banyak komentar-komentar yang luar biasa dan ini salah satu pemicu," ujar Ismar.[rmol]

Baca Tulisan lainnya :

SAUDI DUKUNG AL-QUDS SEBAGAI IBUKOTA ZIONIS-ISRAEL

KENAPA AL QUDS PERLU DI BELA?, BEGINI PENJELASAN FELIX SIAUW.



No comments