Ngakak !.. Kalah Dalam Pilkades, Akses Penghubung Dua Desa Ditutup Tembok Beton


Pilihan kepala desa memang sudah usai, namun tampakanya tidak semua bisa menerima hasil perolehan suara. Salah satunya di Desa Rejosari Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Salah satu calon kades yang gagal meraih suara terbanyak menutup akses penghubung dua desa dengan tembok beton.
Dari pantuan wonosobo ekspres di lapangan, terlihat tembok beton setinggi dua meter dengan lebar empat meter menutup akses jalan. Posisinya persis setelah jembatan kali galuh yang menjadi penghubung antara warga Desa Rejosari Kalikajar dengan Desa Sindupaten Kecamatan Kertek.
Sebelum ditutup, jalan tersebut menjadi akses utama untuk kegiatan ekonomi, sosial dan pendidikan warga rejosari dan warga Sindupaten Kertek. Meski bukan satu-satunya, jalur akses tersebut merupakan yang paling dekat dan paling mudah. Jalur lainnya sangat jauh dan harus memutar.
Kepala Dusun Bakulan Desa Rejosari Kalikajar Edi Cahyo membenarkan bahwa penutupan akses jalan tersebut dampak dari kekecewaan salah satu calon kades di Rejosari yang gagal meraih suara terbanyak. Jalan yang di tutup tersebut memang tanah pribadi milik yang bersangkutan.
“Jalan yang ditutup itu memang milik pribadi, ya ini imbas dari pilkades tanggal 12 desember 2018 lalu di desa rejosari, ada yang merasa kecewa, lalu ya itu jalan ditutup,” katanya.
Menurutnya, ada lima calon kades di desa rejosari, jumlah peraih suara terbanyak sudah ada. Sedangkan salah satu kades yang memiliki tanah tersebut memperoleh suara yang tidak signifikan dan merasa sakit hati dengan warga. Disisi lain dia juga menuding ada kecurangan yang dilakukan oleh calon yang lain.
“Masalah dugaan yang disangkakan oleh pihak yang gagal meraih suara terbanyak, laporan dugaan kecurangan sudah masuk ke ranah kepolisian,” ungkapnya.
Namun yang ia sesalkan adalah penutupan jalan tersebut, sebab selama ini warga Desa Rejosari, khususnya warga Dusun Bakulan telah menjadikan jalur yang ditutup sebagai jalan utama warga untuk berbagai kegiatan, bahkan warga dua desa, baik itu desa sindupaten maupun desa rejosari sama-sama punya keluarga dan punya areal pertanian di lokasi tersebut.
“Ya sangat penting sekali lah, kalau ditutup semuanya jadi susah, mau ke sawah sendiri, atau berkunjung ke saudara harus berputar lebih dari dua kilometer, ” ucapnya.
Penutupan jalan dengan membangun tembok baru dilakukan sekitar lima hari silam, sebelumnya pemilik tanah hanya menutup menggunakan bambu secara rapat. Hal itu dilakukan persis setelah penghitungan suara pilkades Rejosari dilakukan.
“Jadi setelah, penghitungan selesai, hasil diperoleh tidak sesuai harapan, jalan tersebut langsung di tutup menggunakan bambu. Dan baru ditutup secara permanen menggunakan tembok beton sekitar lima hari silam,” bebernya.
Persoalan tersebut sudah disampaikan oleh pihak perangkat desa kepada muspika, dan akan segera ditindaklanjuti. Selain itu, sebagai kadus bakulan, Edi mengaku sudah bertemu dengan calon kades yang menutup akses jalan tersebut.
“Saya sudah ketemu denga calon kades, yang bersangkutan masih kecewa, katanya jalan akan dibuka setelah ada keputusan pasti terkait laporan kecurangan pilkades yang sedang ditangani polisi,” katanya.
Sementar itu, Petugas Piket Jaga Polsek Kalikajar tidak bersedia memberikan infromasi lebih lengkap, sebab pimpinan sedang tidak berada ditempat. Namun pihaknya membenarkan bahwa masalah penutupan jalan warga menggunakan tembok beton sudah dilaporkan ke Muspika Kalikajar.
“Sudah ada laporan, sedang diproses, tapi muspika meminta dimusyarahkan terlebih dahulu di tingakt desa,” pungkasnya (gus)

0 Response to "Ngakak !.. Kalah Dalam Pilkades, Akses Penghubung Dua Desa Ditutup Tembok Beton"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...