Rommy Sedang Melantunkan Senandung 'TI JI TI BEH' Mati Siji Mati Kabeh

Rommy Sedang Melantnkan Senandung 'TI JI TI BEH' Mati Siji Mati Kabeh


Oleh : Nasrudin Joha

Rommy mungkin termasuk yang mengamalkan semboyan 'ti ji ti beh', mati siji mati kabeh. Maknanya, mati satu mati semua. Raden Mas Said atau Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I, atau yang juga dikenal dengan julukan Pangeran Sambernyawa, adalah tokoh yang menperkenalkan semboyan ini dalam rangka menyemangati pasukannya yang bergerilya dalam melawan dan mengusir kompeni atau penjajah.

Bedanya, semboyan pangeran samber nyawa, digunakan untuk mempersatukan pasukan untuk berjuang. Semangat senasib sepenanggungan, saling menopang dan mengayomi antara pasukan dan pimpinannya.


Sementara Rommy, semangat yang dibangun bukan dalam rangka perjuangan, bukan dalam rangka menegakan nilai nilai Pancasila, bukan dalam rangka menjaga mitos 'NKRI harga mati', atau klaim absurd lainnya. Rommy melakukan itu, semata-mata untuk menarik semua pihak yang berkaitan dengannya, untuk ikut merasakan nasib yang sedang ditanggungnya, menjadi pesakitan KPK.

Bahkan, senandung yang dimainkan Rommy sudah meluas pada mencari bantalan politik untuk menarik pihak-pihak yang diduga memiliki akses pada kekuasaan, untuk menolong dirinya.

Ambil contoh, ketika Rommy melibatkan Khofifah dalam kasusnya. Secara hukum, memberikan rekomendasi kepada Rommy untuk mempercayai Haris menduduki jabatan tertentu tentu tidak bisa dimintakan pertanggungjawaban pidana. Sebab, Rommy memiliki kehendak bebas untuk menindaklanjuti atau mengabaikannya. Apalagi, Rommy bukanlah orang yang memiliki kewenangan secara legal formal di kemenag, yang bisa langsung mengeksekusi rekomendasi.

Pernyataan Rommy ini telah dibantah Khofifah. Tentu, menjadi tidak bernilai keterangan yang menyendiri. Satu pernyataan, bisa bernilai jika didukung minimal dua alat bukti.

Pernyataan Rommy tegas ditampik Khofifah, bahkan Khofifah minta wartawan menanyakan kepada Rommy untuk diklarifikasi lagi. Meski, publik dapat membaca beberapa gelagat tauriyah yang disampaikan Khofifah.

Khofifah, misalnya bertanya secara retoris apakah wajah seperti dirinya punya potongan menerima atau memberi suap ? Tentu, pernyataan ini tidak pada konteksnya, karena keterangan Rommy hanya menjelaskan ihwal Khofifah yang memberikan rekomendasi, tidak menuding Khofifah terlibat menerima atau memberi suap.

Kembali kepada Rommy, keterangan Rommy meskipun telah dibantah Khofifah, sesungguhnya memiliki pesan politik pada pihak tertentu, untuk bisa ikut nimbrung menolong dirinya, dan jika tidak Rommy akan memperlakukan pihak tertentu itu sebagaimana Khofifah, bahkan lebih dari itu. Disinilah, letak pesan politik Rommy ketika menyebut nama Khofifah.

Khofifah sendiri, enteng saja jika ditarik sebagai pihak oleh KPK. Khofifah tinggal menjelaskan bahwa dia tidak seperti yang dituduhkan Rommy. Namun, disebut nama dalam perkara korupsi itu bagi pejabat politik jelas sangat tidak Happy.

Siapa pihak tertentu yang dituju Rommy, yang melakukan manuver politik meminjam nama Khofifah ? Siapa pihak tertentu yang dititipi 'pesan politik' melalui penyebutan nama Khofifah ? Siapa, pihak tertentu yang diharapkan Rommy bisa menolong kasus yang menimpa dirinya ? Dan yang jelas, siapa pihak tertentu yang akan sangat terpukul jika namanya disebut Rommy dalam kasus jual beli jabatan ?

Menag ? Bukan. Untuk kemenag sudah selesai. Ketika Rommy menyebut, dirinya tidak punya kewenangan di kemenag. Ketika KPK, menemukan duit 180 juta dan US$ 30.000 diruang kerja Menag, maka posisi Menag dipastikan tidak aman secara hukum. Tinggal mengikuti flow kasus saja. Sederhana, yang nyuap, yang butuh jabatan, yang menjadi perantara, sudah dicokok KPK. Sekarang, tinggal mencari siapa yang punya kewenangan mendistribusikan jabatan.

Pihak tertentu itu jelas bukan Menag yang masih separtai dengan Rommy, yang sama sama dirundung duka. Rommy tidak mungkin meminta pertolongan kepada orang yang juga sedang menanggung beban.

Lantas siapa pihak tertentu yang dimaksud ? Publik, khususnya netizen ketika berselancar didunia maya, akan paham siapa yang dimaksud pihak tertentu itu. Pihak tertentu itu, fotonya banyak beredar luas kedapatan 'bermesraan dengan Rommy' bahkan membuat video bersama dalam satu mobil.

Pihak tertentu ini, yang diharapkan Rommy dapat menolong dirinya, melalui pesan politik yang diunggah dengan menyebut nama Khofifah. Jika pihak tertentu ini, disebut Rommy dalam nyanyiannya, maka jelas elektabilitas pihak tertentu ini akan jeblok, benar-benar terjun bebas.

Pihak tertentu ini, diberi pesan Rommy untuk menolong dirinya melalui manuver hukum menyebut nama Khofifah. Pihak tertentu ini, akan habis namanya, rontok elektabilitasnya, jika sampai disebut Rommy dalam senandung syair kerinduannya. Pihak tertentu ini, akan mati secara politik -meskipun dapat lolos secara hukum- jika Rommy sampai hati menyebut namanya dalam pusara kasusnya.

Tapi, pihak tertentu ini berdarah dingin. Dia, tidak akan peduli pada Rommy. Sudah banyak tokoh politik, yang dikhianati dan menjadi korban cinta palsunya. Papah saja dibiarkan ditabrak tiang listrik, padahal papah dari partai besar. Apalagi cuma Rommy ?

Jadi, karena itulah besar kemungkinan senjata pemungkas Rommy akan melantunkan senandung 'Ti Ji Ti Beh'. Rommy, akan menarik banyak pihak pada kasusnya, termasuk terbuka peluang besar akan mengunggah nama pihak tertentu dalam pusara kasusnya. Mati kita ikuti sandiwara politik ini hingga usai. [].

[news.beritaislam.org]

0 Response to "Rommy Sedang Melantunkan Senandung 'TI JI TI BEH' Mati Siji Mati Kabeh"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...